SELAMAT DATANG

Posted: January 7, 2009 in Uncategorized

bendera-fdcSelamat datang di blog Fisheries Diving Club – Institut Pertanian Bogor.

Semoga blog ini memberikan informasi yang anda butuhkan.

Terima kasih atas kunjungannya.

Waspada Dira Anuraga.

Salam

Waspada Dira Anuraga

Setelah kepulangan tim survey awal dari kecamatan paloh alhamdulillah persiapan kegiatan mendekati 70%.
dukungan:
Bupati Sambas: mendukung kegiatan dan akan mennggerakkan dinas dinas terkait untuk membantu kegiatan ekspedisi zooxanthellae XII.
Kapolres Sambas : Bantuan berupa Bus Untuk Transportasi dari potianak ke sambas dengan kapasitas kurang lebih 30orang.
DKP sambas: Bantuan berupa 4 set alat scuba lengkap dengan tabung dan ADS, Kapal dengan dimensi panjang sekitar 12 meter untuk perjalanan dari sambas ke paloh serta ke titik penyelaman berikut dengan bensinnya, dan Rubber Boat untuk menuju site penyelaman.
WWF Kalbar: memberikan dukungan berupa alat logistik dan alat survey (GPS, Genset, dll) Serta pendampingan saat kegiatan.
Dinas Pariwisata Propinsi: Mengusahakan bantuan dana tunai, jumlah belum diketahui.
BLH sambas: Mendukung, bantuan belum tau berupa apa..
Sekian.
Salam.

Masyarakat Pesisir

Posted: June 2, 2012 in News
Tags:

Definisi masyarakat pesisir dari berbagai sumber diantaranya adalah sekelompok masyarakat yang dipengaruhi oleh laut baik sebagian besar atau pun seluruh kehidupannya. Mata pencaharian utama di daerah pesisir adalah nelayan, walaupun terdapat mata pencaharian di luar nelayan, seperti : pegawai negeri, pemilik warung, kontraktor, jasa potong rambut, dan masih banyak usaha di bidang jasa lainnya. Definisi lainnya adalah kelompok orang atau suatu komunitas yang tinggal di daerah pesisir dan sumber kehidupan perekonomiannya bergantung secara langsung pada pemanfaatan sumberdaya laut dan pesisir. Mereka terdiri dari nelayan pemilik, buruh nelayan, pembudidaya ikan dan organisme laut lainnya, pedagang ikan, pengolah ikan, supplier factor sarana produksi perikanan. Dalam bidang non-perikanan, masyarakat pesisir bisa terdiri dari penjual jasa transportasi dan lain-lain.

Karakteristik masyarakat pesisir berbeda dengan karakterisik masyarakat agraris atau petani. Dari segi penghasilan, petani mempunyai pendapatan yang dapat dikontrol karena pola panen yang terkontrol sehingga hasil pangan atau ternak yang mereka miliki dapat ditentukan untuk mencapai hasil pendapatan yang mereka inginkan. Berbeda halnya dengan masyarakat pesisir yang mata pencahariannya  didominasi dengan pelayan. nelayan bergelut dengan laut untuk mendapatkan penghasilan, maka pendapatan yang mereka inginkan tidak bisa dikontrol. Nelayan menghadapi sumberdaya yang bersifat open acces dan beresiko tinggi. Hal tersebut menyebabkan masyarakat pesisir sepeti nelayan memiliki karakter yang tegas, keras, dan terbuka”.

Selain itu, karakteristik masyarakat pesisir dapat dilihat dari beberapa aspek diantaranya, aspek pengetahuan, kepercayaan (teologis), dan posisi nelayan sosial. Dilihat dari aspek pengetahuan, masyarakat pesisir mendapat pengetahuan dari warisan nenek moyangnya misalnya mereka untuk melihat kalender dan penunjuk arah maka mereka menggunakan rasi bintang. Sementara, dilihat dari aspek kepercayaan, masyarakat pesisir masih menganggap bahwa laut memilki kekuatan magic sehingga mereka masih sering melakukan adat pesta laut atau sedekah laut. Namun, dewasa ini sudah ada dari sebagian penduduk yang tidak percaya terhadap adat-adat seperti pesta laut tersebut. Mereka hanya melakukan ritual tersebut hanya untuk formalitas semata. Begitu juga dengan posisi nelayan sosial, pada umumnya, nelayan bergolong kasta rendah.

Secara sosiologis, masyarakat pesisir memiliki ciri yang khas dalam hal struktur sosial yaitu kuatnya hubungan antara patron dan klien dalam hubungan pasar pada usaha perikanan. “Biasanya patron memberikan bantuan berupa modal kepada klien. Hal tersebut merupakan taktik bagi patron untuk mengikat klien dengan utangnya sehingga bisnis tetap berjalan”. Dari masalah utang piutang tersebut sering terjadi konflik, namun konflik yang mendominasi adalah persaingan antar nelayan dalam memperebutkan sumberdaya ikan yang jumlahnya terbatas. Oleh karena itu, sangatlah penting adanya pihak yang dapat mengembangkan sumberdaya laut dan mengatur pengelolaannya.

Sumber : Materi kuliah PENELITIAN SOSIAL EKONOMI MASYARAKAT PESISIR “Sebuah Pengantar Diskusi  Persiapan Ekspedisi Zooxanthellae XII Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat, Tahun 2012” oleh Rizki Aprilian Wijaya / FDC.XXIII.11 Balai Besar Penelitian Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan (BBPSEKP), Badan Penelitian dan Pengembangan Kelautan dan Perikanan (Balitbang-KP

Apa arti selam diving

Waspada dira anuraga

Assalamualaikum Wr. Wb.

Untuk temen-temen peserta reguler A1 FDC-IPB tahun 2011 (bulan Desember) dimohon untuk mengerjakan lembar evaluasi One Star SCUBA DIVER dari POSSI-CMAS. Lembar evaluasi ini sangat penting, sebagai syarat dalam pembuatan sertifikat A1. Oleh karena itu, mohon dikerjakan dengan sungguh-sungguh.

Batas akhir pengumpulan Hari Minggu tanggal 5 Februari 2012 ke sekertariat FDC-IPB atau ke alamat email satriaafnan@gmail.com

Lembar Evaluasi dapat di unduh/download disini.

Terimakasih.

Posted: January 6, 2012 in News

Dies Natalies FDC ke- 24, Hari Belabuh

Sumber: Majalah Maritime

Image  —  Posted: January 6, 2012 in News

Jaket FDC

Murah dan berkualitas

Image  —  Posted: January 6, 2012 in News

Ekosistem terumbu karang merupakan salah satu ekosistem pesisir yang berperan penting terhadap kelangsungan hidup biota laut. Keberlangsungan ekosistem ini juga sangat dipengaruhi oleh kondisi fisik kimia perairan dan berbagai aspek anthropogenic.

Salah satu kondisi ekosistem terumbu karang yang selalu mendapatkan efek dari kegiatan manusia adalah di daerah dekat dermaga. Lalu lalang kapal, penurunan jangkar, dan kegiatan-kegiatan lain dapat memberikan efek negatif pada pertumbuhan karang. Karenanya, Fisheries Diving Club Institut Pertanian Bogor melakukan monitoring di Dermaga 1 dan Dermaga 2 Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu, Jakarta.

Berikut hasil monitoring yang dilakukan oleh Fisheries Diving Club Institut Pertanian Bogor.

KONDISI EKOSISTEM TERUMBU KARANG