HARI BERLABUH (Dies Natalis FDC ke-21 tahun)

Posted: January 8, 2009 in Activities

Rangkaian Kegiatan Hari Berlabuh FDC November-Desember 2008

Suasana aula SMA Kornita hening sesaat ketika film underwater diputar di depan aula. Suara yang bergema hanya suara audio dari film tersebut, sementara siswa-siswi duduk tenang menyaksikan sebuah film ekspedisi selam ilmiah berjudul Eksplorasi Kembali Surga Nyata Bawah Laut Wakatobi yang menampilkan keindahan alam bawah laut Wakatobi yang masih asri. Pagi itu, 50 orang siswa-siswi SMA Kornita dikumpulkan di aula sekolah untuk memperoleh Pendidikan Lingkungan Hidup (PLH) yang diselenggarakan oleh Fisheries Diving Club (FDC). FDC merupakan suatu organisasi kemahasiswaan yang didirikan pada tanggal 6 Oktober 1987 di Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Institut Pertanian Bogor. Fisheries Diving Club sebagai suatu organisasi yang mewadahi kegiatan mahasiswa FPIK-IPB yang memiliki kesamaan minat dalam bidang selam, berorientasi pada selam ilmiah dan mendasarkan kegiatannya pada Tri Dharma Perguruan Tinggi. FDC telah sembilan kali melaksanakan ekspedisi selam ilmiah yang bernama Ekspedisi Zooxanthellae di berbagai daerah di seluruh Indonesia termasuk Wakatobi.

Dalam rangka Dies Natalies FDC yang ke-21, FDC mengadakan rangkaian kegiatan yang dinamakan Hari Berlabuh. Hari Berlabuh ini merupakan rangkaian kegiatan yang terdiri dari Pendidikan Lingkungan Hidup (PLH), Underwater Clean Up (UCU), Peduli Sosial Masyarakat Pesisir (PSMP), Seminar Kelautan, dan Konser Konservasi Lingkungan Laut. Tujuan dari Hari Berlabuh ini adalah untuk memperkenalkan FDC kepada lingkungan akademik dan masyarakat umum, mendukung kegiatan konservasi yang dilaksanakan di Indonesia, menyadarkan masyarakat untuk melestarikan lingkungan terutama lingkungan pesisir laut Kepulauan Seribu.

Pendidikan Lingkungan Hidup (PLH) sebagai rangkaian kegiatan yang pertama dilaksanakan pada tanggal 21 November 2008 lalu. Sasaran kegiatan ini adalah sejumlah siswa-siswi SMA Kornita di Bogor. Tujuan dari kegiatan ini adalah memperkenalkan dan memberikan pengetahuan tentang kehidupan bawah laut dengan harapan mereka dapat ikut serta menjaga kelestarian lingkungan laut baik secara langsung maupun tidak langsung. PLH ini dilaksanakan dalam bentuk presentasi yang menarik , disertai dengan games dan pemutaran film yang di dalamnya dijelaskan mengenai indahnya dunia bawah laut jika manusia menjaga dan melestarikannya. Respon siswa-siswi terhadap kegiatan ini cukup baik, hal ini terlihat dari antusiasme dan keingintahuan mereka ketika sesi per tanyaan dibuka.

Underwater Clean Up (UCU) dan Peduli Sosial Masyarakat Pesisir (PSMP) dilaksanakan pada tanggal 29 November 2008 bertempat di Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu. UCU merupakan aksi bersih-bersih sampah yang banyak menumpuk di daerah dermaga dan di laut lepas dengan kedalaman 5 m sampai 10 m serta penanaman bibit mangrove sebanyak 500 bibit yang dilakukan langsung oleh 30 orang anggota FDC. Kegiatan UCU ini bertujuan untuk mensosialisasikan FDC-IPB kepada masyarakat pulau pramuka yang merupakan tempat latihan bagi para anggota dalam menginventarisasi terumbu karang, mengajak masyarakat pulau pramuka untuk selalu menjaga kebersihan tempatnya dan ajang bersilaturahmi antara anggota FDC dengan masyarakat pulau pramuka. Dengan berbekal peralatan snorkling dan scuba serta capit dan trash bag, kegiatan ini dapat berjalan dengan baik dan lancar. Hanya saja sangat disayangkan karena kegiatan ini kurang memperoleh respon yang baik dari masyarakat sekitar Pulau Pramuka. Hal ini menunjukkan bahwa tingkat kesadaran masyarakat dalam menjaga kelestarian lingkungan laut masih tergolong rendah. Sementara itu Peduli Sosial Masyarakat Pesisir (PSMP) merupakan kegiatan bakti sosial dalam bentuk penyerahan buku-buku pelajaran sma yang dulu dipakai oleh para mahasiswa untuk diserahkan kepada SMA 69 Jakarta, Pulau Pramuka. Kegiatan ini memperoleh respon yang baik dari staf pengajar di sekolah tersebut.

Rangkaian kegiatan Hari Berlabuh yang terakhir yaitu Seminar Kelautan yang bertemakan Pengaruh Global Warming Terhadap Terumbu Karang dan Konser Konservasi Lingkungan Laut yang dilaksanakan pada tanggal 22 Desember 2008 bertempat di Auditorium Soemardi Sastrakusumah, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Institut Pertanian Bogor. Seminar Kelautan ini bertujuan untuk memberikan informasi dan pemahaman kepada mahasiswa dan masyarakat umum tentang global warming dan pentingnya terumbu karang bagi kehidupan manusia serta meningkatkan kesadaran semua pihak untuk menjaga lingkungan. Elemen yang diharapkan dapat berpartisipasi dalam seminar ini adalah masyarakat umum, akademisi, instasi terkait, dan mahasiswa yang memiliki ketertarikan terhadap lingkungan hidup dan sosial.

Seminar ini mengundang 4 orang pembicara yaitu Estradivari, S.Pi. (Manager Yayasan Terumbu Karang Indonesia), Ketut Sarjana Putra (Marine Program Director Conservation International), ???? dari Departemen Kelautan dan Perikanan (DKP), dan Prof. Dr. Ir. Dedi Soedharma, DEA (Dosen Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan).

Seminar ini membahas tentang proses terjadinya global warming dan pengaruhnya terhadap pemutihan (bleaching) terumbu karang di Indonesia, khususnya di bagian timur Indonesia. Hal ini membutuhkan pengelolaan kawasan pesisir Kepulauan Seribu yang baik serta didukung pula dengan aturan pemerintah yang terkait dengan pengelolaan kawasan pesisir Kepulauan Seribu.

Di dalam acara seminar global warming juga terdapat acara pertunjukan musik-musik klasik yang disebut dengan konser konservasi lingkungan laut. Acara ini dibuat sebagai hiburan setelah acara presentasi para pembawa materi seminar dilakukan. Musik-musik klasik yang disajikan berupa akustik guitar, solo vokal dan perkusi. Sebagai tambahan hiburan terdapat pula tari saman dari daerah aceh yang dibawakan oleh para undangan penghibur. Pada saat musik dimainkan oleh para penghibur perhatian para peserta seminar sangat terlihat sekali, mereka terpana ketika tabuhan perkusi dimainkan dan bertepuk tangan sambil bersorak ketika musik selesai dimainkan. Satu hal yang terpenting lagi mereka mengerti akan maksud dan tujuan dari musik tersebut terhadap lingkungan setelah para panitia acara secara tidak sengaja menanyakan kesan musik ini kepada para peserta.

(Ayu Baby FDC.XXV.02)


Peringatan Dies Natalis FDC ke-21

Peringatan Dies Natalis FDC ke-21

Comments
  1. rizkiaprilianwijaya says:

    yup keren..
    jangan lupa diklatnya, buat regenerasi FDC ke depan..
    otreh..

    salam super..
    hihi

  2. Suciadi C. Nugroho says:

    No comment..
    Udah bagus..
    Buat kedepannya banyak libatin ALB biar hari berlabuh jadi ajang reunian anak FDC.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s