Bulu Seribu Ancam Terumbu

Posted: March 25, 2009 in News

Bulu Seribu Ancam Terumbu
Oleh : Mohamad Iqbal

Bulu seribu ( Achantaster plancii ) dapat juga disebut Crown of thorns (COT), merupakan biota bentik atau benthos bio – indikator di ekosistem terumbu karang. Hewan tsb. berbeda dengan bulu babi karena bulu seribu merupakan hewan avertebrata Filum Echinodermata dalam kelas Stelleroidea (kelompok bintang laut). Bulu seribu mempunyai perkembang biakan yang unik dan sangat cepat. Selain secara seksual bisa juga aseksual. Secara seksual dengan generatif sel gametnya, sedangkan aseksual dengan cara regenerasi dari patahan tubuh hewan tsb. (fragmentasi).

Hewan tersebut. menjadi momok yang menakutkan bagi para pelaku konservasi sumberdaya terumbu karang. Hal tsb. karena bulu seribu (Achantaster plancii) merupakan merupakan hewan pemangsa karang yang ganas. Beberapa ratus ekor bintang laut ini dapat mematikan berhektar-hektar terumbu karang dalam kurun waktu yang cepat. Bulu seribu mengisap dan memakan polip koral lewat ratusan tube (tentakel) dibawah lengannya, dan meninggalkan skeleton koral berwarna putih (Death Coral). Satu ekor saja dapat mengkonsumsi koral hidup sampai 13 m2 pertahun (http://pahlano.multiply.com). Apalagi perkembangbiakannya cepat, sehingga apabila bulu seribu mengalami blooming akan mengakibatkan kehancuran ekosistem terumbu karang. Normalnya jumlah bulu seribu di alam 1-2 indi-vidu/10 ha. Ditemukan tertinggi di daerah Bunaken, Sulawesi, hewn tsb mencapai 31 rata-rata ind/ha (http://members6.boardhost.com). Hewan ini ‘outbreak’ populasinya dalam kepadatan yang tinggi dapat dipicu oleh eutrofikasi perairan yang masuk dari run off.

Acanthaster Plancii

Acanthaster Plancii

Untuk pencegahan agar hewan tsb. tidak meluas adalah melakukan pembersihan, seperti mengangkat hewan tsb. dari ekosistem terumbu karang. Perlakuan tsb. harus ekstra hati – hati karena bila menyisakan patahan akan menyebabkan regenerasi, selain itu bila bulu seribu merasa terganggu dan stress, hewan tsb. akan menyemburkan sel gametnya sehingga akan memacu perkembangbiakan yang lebih banyak. Hal ini yang membuat bulu seribu susah untuk dibasmi. Bulu seribu mempunyai duri yang beracun. Bila terkena jangan lupa untuk mengeluarkan duri dan racunnya dengan cairan ammonia.
Sebenarnya Achantaster plancii ini cenderung memakan coral branching (bercabang) seperti Acropora sp, namun saat ini hewan ini telah berpindah memangsa coral massif seperti Goniastrea sp, Astreopora sp, Montipora sp, Symphyllia sp, Favia sp, dan Porites sp. (http://members6.boardhost.com)

Predator bulu seribu terbesar adalah Ikan Napoleon dan Triton. Namun kedua spesies tsb. sudah sangat langka untuk ditemui, sehingga susah dalam menyeimbangkan ekologinya dalam suatu ekosistem. Triton dan Napoleon memangsa bulu seribu bulat – bulat tanpa menghasilkan sisa patahan.

Triton

Triton

Cheilinus Undulatus

Cheilinus Undulatus

http://www.tankedup-imaging.com maruf.wordpress.com

Kerusakan terumbu karang yang disebabkan oleh meningkatnya populasi hewan ini, maka perlu mendapat perhatian dan penanganan yang serius oleh pemerintah dan para ‘stakeholder’ terutama dive operator dan masyarakat yang bergantung usahanya pada terumbu karang agar ancaman rusaknya terumbu karang dapat dicegah sedini mungkin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s