Simulasi Pengambilan data Benthos di Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu

Posted: April 17, 2009 in Activities

Simulasi monitoring pengambilan data merupakan salah satu kegiatan Fisheries Diving Club sebagai organisasi dengan penyelaman ilmiah dan sebagai organisasi yang konservatif terhadap keindahan bawah air yaitu ekosistem terumbu karang. Maka dengan adanya simulasi monitoring ekosistem terumbu karang ini salah satunya adalah Benthos sebagai acuan untuk melihat seberapa besar keindahan bawah laut yang masih tersisa. Simulasi pada tanggal 10 April 2009 kemarin, telah dilaksanakan oleh Ratih sebagai simulator benthos. Dengan dipimpin oleh seorang Dive master yaitu Panji. Simulasi yang dilaksanakan tersebut merupakan simulasi susulan yang dilaksakan oleh simulator Ratih, karena pada saat zamannya dia berhalangan untuk mengikuti simulasi bersama tahun 2008 lalu. Simulasi susulan ini dilaksanakan untuk memberikan pendidikan mengenai penyelaman ilmiah, simulator dapat melakukan kegiatan penelitian-penelitian dengan mengembangkan dan mengungkapkan potensi sumberdaya hayati laut yang terdapat dalam suatu perairan. Metode yang digunakan simulator Ratih adalah belt transek dengan mendata semua benthos yang ada di sekitar garis transek yang di ulur sepanjang 50 meter. Benthos yang diambil merupakan benthos indikator dan benthos mayor. Setelah simulasi selesai dilaksanakan maka tahapan selanjutnya adalah pengentrian data dan diikuti dengan pengolahan data. Pengolahan data benthos yaitu kelimpahan atau kepadatan. Data lainnya yang seharusnya diambil adalah persen penutupan karang dan indeks kelimpahan, keseragaman, keanekaragaman dan dominansi dari ikan karang, serta kualitas air. Jika semua data dapat terpenuhi maka dapat terlihat ekosistem terumbu karang baik atau tidaknya. Maka sebagai penyelam yang ingin melihat ekosistem terumbu karang yang indah, harus dapat menjaga keindahan bawah laut. Untuk menjaga kekayaan alam, perlu dilakukan inventarisasi awal dari kehidupan hayati mereka. Inventaris tersebut dapat diwujudkan secara global oleh pusat-pusat yang bekerja seperti FDC. Dengan menjalankan rangkaian kegiatan tersebut dapat menilai perubahan, dan bagaimana pengelolaan yang sesuai dengan daerah tersebut dalam satu jangka waktu. Kondisi keadaan tempat akan menjadi sumber informasi bagi penyelam pendatang. Dan sebagai penyelam harus mendukung perwujudan zona yang terlindungi bekerjasama dengan pihak lokal. Zona-zona tersebut memberi bukti dan memungkinkan penanganan kembali zona-zona yang rusak. Maka galilah rasa ingin tahu kalian tentang semuanya, tetapi tetaplah bersikap sopan, perhatian dan tenang…!

Tia Sulistiani Utami/FDC.XXIV.15

simulasi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s