Dampak ekosistem terumbu karang akibat dari tekanan sedimentasi

Posted: May 26, 2010 in News

Walaupun memiliki banyak kelebihan dan kegunaan, terumbu karang merupakan ekosistem yang rapuh dan mudah rusak akibat tekanan dari aktifitas manusia baik secara langsung maupun tidak langsung. Beberapa faktor penyebab kerusakan ekosistem terumbu karang secara tidak langsung yang berasal dari aktifitas manusia adalah sedimentasi, limbah industri dan rumah tangga, limbah air panas, hydrocarbon, pestisida, herbisida dan limbah radio aktif. Sedimentasi adalah proses pemisahan padatan yang terkandung dalam limbah cair oleh gaya gravitasi, pada umumnya proses Sedimentasi dilakukan setelah proses Koagulasi dan Flokulasi dimana tujuannya adalah untuk memperbesar partikel padatan sehingga menjadi lebih berat dan dapat tenggelam dalam waktu lebih singkat

Terdapat empat tipe tekanan sedimentasi yaitu : smothering, abrasion, shading, inhibition of recruitment. Tekanan sedimentasi pada ekosistem karang dapat menyebabkan kematian pada karang dan biota lain yang sensitif terhadap tekanan sedimentasi. Kandungan sedimentasi pada kolom perairan dapat mengurangi intensitas cahaya yang masuk ke perairan Pengendapan kapur. Pengendapan kapur dapat berasal dari penebangan pohon yang dapat mengakibatkan pengikisan tanah (erosi)  yang akan terbawa kelaut dan menutupi karang sehingga karang tidak dapat tumbuh karena sinar matahari tertutup oleh sedimen.Akibat yang terjadi  akan mengurangi juga tingkat pertumbuhan karang, mempengaruhi pola zonasi alami karang. Sedimentasi dapat juga menginvasi daerah karang karena planula dan hewan karang butuh hidup pada substrat yang keras. Bila hal ini terjadi dalam kurun waktu yang sangat lama akan meyebabkan kematian pada karang dan biota lainnya.

Kematian pada karang dapat terjadi karena kondisi lingkungan dengan pengaruh tekanan sedimentasi tidak sesuai lagi dengan lingkungan yang cocok bagi algae Zooxanthellae yang hidup pada karang, sehingga algae Zooxanthellae akan meninggalkan karang sehingga terjadi pemutihan pada karang. Bila kondisi perairan tidak sembuh maka alga tersebut akan mencari habitat perairan yang cocok baginya, sehingga pemasok oksigen bagi karang akan terhenti, hal ini pada umumnya menyebabkan kematian pada karang.

Sukmaraharja Aulia FDC.XXV.45

Comments
  1. jub says:

    artikel y bagus..
    tp tolong d sertakan sumber tulisan atw referensi dari rangkuman y di jadiin tulisan

  2. taufik says:

    artikel yang bagus..
    tapi lebih baik sumber di cantumkan..
    sebagai tinjauan pustakanya,,
    lanjutkan kawan..

  3. Riferson says:

    Thanx infonya,,

  4. dedi (anggota) says:

    mantap banget bungk artikelnya, , ,sedimentasi memang banyak menyebabkan kerusakan ekosistem terumbu karang, apalagi yang ada di bangka belitung banyak terdapat kapal isap dan kapal keruk penambangan timah.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s